Sabtu, 28 April 2012

Pendidikan Islam pada masa Kerajaan Islam di Indonesia


Kata Pengantar
          Tiada kata yang patut kami ucapkan melainkan rasa syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penulis dapat menyelesaikan kajian walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana.
Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di muka bumi ini dalam wujud Islam sebagai kebenaran.
Persoalan dasar pendidikan merupakan masalah yang sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan karena dasar pendidikan itu akan menentukan corak dan isi Pendidikan. Masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia dipandang dari segi historis dan sosiologis sangat kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarah perkembangan awal Islam.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa kajian yang kami sajikan masih jauh dari sempurna. Namun bagi kami- sekali lagi- memang baru seperti ini yang dapat kami suguhkan. Kami tetap senantiasa membuka diri dari saran dan kritik, demi perbaikan di masa yang akan datang.
Akhirnya sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, penulis panjatkan  doa semoga kajian ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya. Amin ya robbal alamin.

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................            ii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang..........................................................................................            1
  2. Rumusan masalah .....................................................................................            1
BAB II PEMBAHASAN
      A. Kerajaan-Kerajaan Islam............................................................................            2
B. Sistem Pendidikan dimasa Kerajaan Islam  ...............................................            4
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................ 8
Daftar pustaka ...................................................................................................... 9         




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masa kerajaan islam merupakan salah satu dari periodesasi perjalanan pendidikan sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini karena lahirnya kerajaan islam yang disertai berbagai kebijakan dari penguasaannya. Saat itu sangat mewarnai sejarah islam di Indonesia. Terlebih-lebih agama islam juga pernah dijadikan sebagai agama resmi Negara/ kerajaan pada saat itu.
Perjalanan sejarah pendidikan slam di Indonesia tidak bisa mengesampingkan keadaan Islam  pada masa kerajaan Islam ini.
Pendidikan islam itu menjadi tolak ukur bagaimana islam dan umatnya telah memainkan peranannya dalam berbagai aspek social, politik, maupun budaya.
Oleh karena itu untuk melacak pendidikan islam di Indonesia dengan periodesasinya, baik dalam Bentuk, isi, maupun sifat dan kelembagaannya. Tidak mugkin dilepaskan dari fase-fase yang dilaluinya.
Maka pada makalah ini akan dikemukakan beberapa kerajaan islam di Indonesia, serta peranannya dalam pendidikan Islam dan dakwah islamiyah
B.     Rumusan Masalah
1.      Kerajaan Mana saja Yang didalamnya terdapat pendidikan agama Islam?
2.      Bagaimana Bentuk, Isi dan sifat (Sistem) dari pendidikan Islam di masa Kerajaan Islam?



BAB II
PEMBAHASAN
A.     Kerajaan-kerajaan Islam
1.      Kerajaan Islam ke-I di Aceh
Kerajaan islam yang pertama di Indonesia adalah kerajaan pasai. Berdiri pada abad ke-10 M. Raja pertamanya Al-Malik Ibrahim bin Mahmud, dan yang kedua bernama Al-Malik Al-Shaleh  dan yang terakhir bernama Al-Malik Sabar Syah (thn 1444 M/ abad ke-15 H)
Pada tahun 1345 M, Ibnu Batutah dari Maroko, mengelilingi dunia dan singgah dikerajaan pasai pada zaman Al-Malik Al-Zahir, raja yang sangat terkenal sangat alim dalm ilmu agama dan bermazhab Syafi’I. mengadakan perjanjian sampai waktu ashar serta fasih berbahasa arab, cara hidupnya sederhana[1].
2.      Kerajaan Islam di Sumatra.
Islam masuk keminang kabau kira-kira tahun 1250 M, dengan ulama’nya yang termashur sampai sekarang pembawa islam keminang kabau adalah Syekh Burhanuddin. Dia mengajarkan islam dan membuka madrasah tempat pengajaran dan pendidikan agama islam.
Pada masa sebelum tahun 1900, system pendidikan di Minang kabau dinamai system lama. System ini meliputi cara mengajarkan huruf Al-Qur’an (hijaiyah) yaitu dengan cara mengajar nama-nama huruf  menurut tertib qaidah bagdadiyah, kemudian titik huruf macam-macam baris dan membaca juz’ama, selanjutnya membaca mushaf Al-Qur’an.
Cara belajar ibadah bermula dari bersuci, wudhu, lalu shalat bila anak kelak telah mampu membaca Al-Qur’an, pengajian kitab yang diajarkan yaitu dengan mempelajari kitab ilmu nahwu, sharaf, ilmu fiqih, ilmu tafsir dan lain-lain.
3.      Kerajaan Islam di Jawa[2].
Adapun kerajaan-kerajaan di Jawa yaitu diantaranya kerajaan Demak dan kerajaan Mataram. Pendidikan islam di Jawa berlainan keadaannya dengan di Sumatra dan di Sulawesi. Ajaran islam ini di Jawa terseber dari pelabuhan dan Bandar-bandar perhubungan dagang diantaranya dari luar negri.
Disamping para pedagang, ada juga orang-orang yang sangat berjasa diantaranya wali sembilan atau terkenal dengan sebutan wali songo, yaitu sebagai berikut :
a.      Maulana Malik Ibrahim
b.      Sunan Ampel
c.       Sunan Bunang
d.      Sunan Giri
e.       Sunan Drajat
f.        Sunan Kudus
g.       Sunan kalijogo
h.       Sunan Muria
i.         Sunan Gunung Djati
4.      Kerajaan Islam di Kalimantan Dan Sulawesi.
Islam Masuk ke Kalimantan Pada abad ke-15 dengan cara damai yang dibawa oleh mubalig dari jawa. Sunan bonang dan sunan giri mempunyai santri di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku
Perkembangan islam muai mantap setelah berdirinya agama islam di Bandar di bawah pimpinan sultan suriansyah (1540 M) yang bergelar pangeran samudra.
Pendidikan Islam di Sulawesi sejak kerajaan islam Gowa Tallo, pesantren banyak berdiri dan berkembang dengan pesat di Sulawesi. Perkembangan itu mulai pesat sejak adanya alim  ulama bugis yang datang dari tanah suci, yang bermukin disana beberapa tahun lamanya yaitu Syekh As’ad.
B.     Sistem Pendidikan di Masa Kerajaan Islam
1.         Sistem Pendidikan Kerajaan Islam ke-I di Aceh
Sistem pendidikan yang berlaku dizaman krajaan pasai, sebagai berikut :
a.       Materi pendidikan dan pengajaran agama dalam bidang syariat ialah fiqh dan mazhab Syafi’i.
b.      System pendidikannya secara informal berupa majlis ta’lim dan halaqah.
c.       Tokoh pemerintahan merangkap sebagai tokoh ulama.
d.      Biaya pendidikan agama bersumber dari Negara.
Bidang pendidikan dikerajaan Aceh Darussalam benar-benar mendapat perhatian. Pada saat itu terdapat lembaga-lembaga Negara yang bertugas dalam bidang pendidikan dan bidang ilmu pengetahuan, diantaranya :
a.       Balai seuti hukama.
b.      Balai seuti ulama.
c.       Balai jamaah himpunan ulama.
Adapun jenjang pendidikan yang ada adalah sebagai berikut :
a.       Meu nasah.
b.      Ransuam
c.       Dayah
d.      Dayah teuku cik
Dengan demikian, jelas sekali, bahwa ilmu pengetahuan di kerajaan aceh Darussalam benar-benar berkembang dengan pesat dan mampu melahirkan para ulama dan ahli ilmu pengetahuan, seperti : Hamzah ganshuri, Syek Syamsuddin dan lain-lain.[3]
2.      Sistem Pendidikan kerajaan Islam Sumatra
Pada masa sebelum tahun 1900[4], system pendidikan di Minang kabau dinamai system lama. System ini meliputi cara mengajarkan huruf Al-Qur’an (hijaiyah) yaitu dengan cara mengajar nama-nama huruf  menurut tertib qaidah bagdadiyah, kemudian titik huruf macam-macam baris dan membaca juz’ama, selanjutnya membaca mushaf Al-Qur’an.
Cara belajar ibadah bermula dari bersuci, wudhu, lalu shalat bila anak kelak telah mampu membaca Al-Qur’an, pengajian kitab yang diajarkan yaitu dengan mempelajari kitab ilmu nahwu, sharaf, ilmu fiqih, ilmu tafsir dan lain-lain.
Adapun system barunya dengan menggunakan system sekolah (madrasah) dan perguruan-perguruan tinggi.
3.      Sitem pendidikan Kerajaan Islam di Jawa
Dalam system Pendidikan Islam di Jawa. Seorang ulama adalah tokoh sentral dalam proses pendidikan. Para ulama atau yang sering disebut dengan Wali songo juga sebagai penasehat kerajaan.
Dalam prosesnya yang di ajarkan adalah tentang ketauhidan dan baca tulis Al-Quran. Yang mana sifatnya masih tradisional dari tempat yang satu ketempat yang lain.
4.      Sistem Pendidikan kerajaan Islam Kalimantan.[5]
Di Kalimantan terdapat madrasah-madrasah yang mengajarkan agama dan serta pelajaran umum, diantaranya sebagai berikut.
a.       Pesantren atau madrasah di Kalimantan Barat yang bernama madrasatun najah wal fatah
b.      Sekolah menengah islam
c.      Madrasah normal islam ana untai.
d.     Perkumpulan ikatan madrasah-madarasah islam (I.M.I) Amuntai
Di Sulawesi system pendidikannya tidak jauh beda dengan tempat-tempat yang lain, yaitu menggunakan system lama. Bentuknya adalah lembaga madrasah akan tetapi masih sangat sederhana. Isinyapun hanya belajar tentang menulis dan membaca Al-quran, hukum tentang kesucian individu dalam menghadap Tuhannya.
Adapun madrasah di Sulawesi tengah yaitu :
a.       Madrasah Al-Khairat.
b.      Madrasah Tarbiyah islamiyah.
c.       Madrasah daru da’wah wal irsyad[6]



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Masa kerajaan islam merupakan salah satu dari periodisi perjalanan sejarah pendidikan islam di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh lahirnya kerajaan islam yang disertai berbagai kebijakan dari penguasaannya saat itu.
Perjalanan sejarah pendidikan islam di Indonesia tidak mengesampingkan keadaan islam pada masa kerajaan islam seperti yang telah penulis kemukakan beberapa kerajaan islam di Indonesia. Serta peranannya dalam pendidikan islam dan dakwah islamiyahnya, sehingga ilmu pengetahuan ataupun ilmu pendidikan islam benar-benar berkembang pesat dan mampu melahirkan para ulama dan ahli ilmu pengetahuan serta terdapat lembaga yang berkecimpung dalam bidang pendidikan.
Di setiap kerajaan yang ada di Indonesia, setiap pendidikan yang diajarkan tidak jauh beda dengan tempat yang lain. Baik di aceh, Sumatra, jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Kerajaan-Kerajaan tersebut kesemuanya menggunakan system lama. Atau sering disebut dengan system tradisional. Yang mana dalam bentuknya masih dalam model lembaga yang sederhana. Isinyapun masih berkutik dalam bidang keagamaan agama Islam yaitu tentang Tauhid, baca tulis Alquran, dan hukum-Hukum individu dengan tuhannya.



Daftar Pustaka

Mustafa, Drs. H. A. - Drs. Abdullah Aly. 1999.  Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia
Rukiati, Dra. Hj. Enung K, Dra. Fenti Hikmawati, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia .Bandung : pustaka seti


[1] Rukiati, Dra. Hj. Enung K, Dra. Fenti Hikmawati Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, hal 30
[2] [2] Rukiati, Dra. Hj. Enung K, Dra. Fenti Hikmawati Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, hal 41

[3] Mustafa, Drs. H. A. - Drs. Abdullah Aly. 1999.  Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia. Hal: 21
[4] ibid
[5] Rukiati, Dra. Hj. Enung K, Dra. Fenti Hikmawati, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia hal: 46
[6]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN YOOOOOOOOOOOOO.........